Operasi Yustisi Protokol Kesehatan

PANGONGANGAN- Dimasa pandemi Covid-19 saat ini banyak yang dilakukan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah bahkan Pemerintah Kabupaten juga Kota dalam menjaga wilayah masing-masing dengan tujuan memutus rantai penyebaran Covid-19 di daerahnya.

Seperti yang terlihat di halaman parkir Kelurahan Pangongangan digelar apel persiapan operasi yustisi protokol kesehatan. Apel yang dilaksanakan pada Rabu, 23/9/2020 pukul 09.00 wib ini dipimpin oleh Kompol Mujo Prajoko, SH. MH selaku Kapolsek Manguharjo diikuti oleh 4 orang yang berasal dari kapolsek sendiri, 9 orang dari Bhabinkamtibmas Bhabinsa se Kecamatan Manguharjo dan 3 orang dari Kecamatan Manguharjo.

Operasi yustisi dilaksanakan setelah apel persiapan kemudian para petugas menggelar operasi di lokasi yang telah ditentukan sebelumnya yaitu di Jalan Ahmad Yani tepatnya di sebelah barat Sekolah TKK, SD, SMP St Bernadus. Selain para petugas yang melakukan operasi terlihat juga Eko Purnomo, SH selaku Lurah Pangongangan dan beberapa perangkat Kelurahan yang turut serta dalam pelaksanaan operasi tersebut. ( ROSE )    

Berita Terbaru Untuk Para Keluarga Penerima Manfaat ( KPM ) Program Keluarga Harapan ( PKH )

PANGONGANGAN- Program Keluarga Harapan ( PKH ) merupakan program perlindungan sosial yang memberikan bantuan kepada Rumah Tangga Sangat Miskin ( RTSM ) dengan syarat dapat memenuhi kewajiban terkait pendidikan dan kesehatan. Program Pemerintah Indonesia sejak tahun 2007 ini merupakan salah satu program sosial dan berada di bawah wewenang Kementrian Sosial (Kemensos), kali ini Pemerintah RI  melalui Kemsos memberikan penambahan bantuan pangan non tunai ( BPNT ) yang mana bantuan ini diberikan dalam bentuk bahan pangan.

“Penambahan bantuan bahan pangan ini serentak akan disalurkan mulai bulan Oktober mendatang di E-Warong se Kota Madiun, untuk wilayah Pangongangan sendiri akan dilaksanakan penyaluran di agen E-Warung Jalan Pandan dengan jumlah 63 sasaran KPM PKH”, kata Budihono,S.sos selaku Kesos Kelurahan Pangongangan pada Jum’at 25/9/2020 kemarin. Ini merupakan hasil pertemuan di Dinas Sosial PP & PA pada Rabu 23/9/2020 .

Penambahan bantuan pangan yang berupa beras seberat 15 kg ini juga di sampaikan oleh beliau kepada beberapa KPM yang terlihat selesai mengadakan pertemuan rutin di Aula Kelurahan Pangongangan. Betapa besar usaha pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan yang berada di Negara Republik Indonesia ini. ( rose )        

Pembentukan Panitia Lomba Desain Motif Batik Bunga Melati

PANGONGANGAN- Batik merupakan salah satu warisan leluhur yang harus di lestarikan secara turun temurun pada generasi-generasi penerus bangsa. Selain corak batik merupakan suatu simbol yang dapat menggambarkan sebuah arti dari suatu daerah tertentu yang memiliki berbagai makna dan cerita yang terkandung didalamnya.

Untuk memperingati hari Batik Nasional yang jatuh pada setiap tanggal 2 Oktober dan hari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober mendatang, kali ini Kelurahan Pangongangan bersama dengan Kelompok Informasi Masyarakat ( KIM ) Pandan Arum mengadakan lomba desain batik motif bunga melati. Dalam lomba yang akan di laksanakan mulai 1-28 Oktober mendatang merupakan lomba yang berbeda terlihat dari para panitia yang tersusun yaitu para pemuda pemudi di Kelurahan Pangongangan. Panitia lomba ini adalah bentukan dari anggota KIM Pandan Arum dan putra putri dari Keluarga Penerima Manfaat ( KPM ) PKH Kelurahan Pangongangan, hal ini dilakukan sesuai dengan tema Sumpah Pemuda. Pembentukan panitia ini dilaksanakan pada Selasa 22/9/2020 pukul 19.30 wib di Aula Kelurahan Pangongangan yang di hadiri oleh 15 orang.

Untuk tema batik bunga melati sendiri Kelurahan Pangongangan sengaja menerapkan tema tersebut karena bunga melati ini merupakan suatu lambang atau simbol dari latar belakang cerita leluhur yang dahulunya adalah seorang peronce bunga melati, hal tersebut baru terkuak melalui hasil jagong budaya pada 29 Agustus kemarin.

Tujuan dilaksanakan lomba desain batik motif bunga melati tersebut selain melestarikan budaya leluhur juga mempertahankan ciri khas/icon serta memunculkan identitas di Kelurahan Pangongangan. ( ROSE )  

Pelaksanaan Rehap Rumah Tidak Layak Huni ( RTLH ) Tahun 2020

Pangongangan, Rabu 16/09/2020

Rehap Rumah Tidah Tidak Layak Huni ( RTLH ) merupakan salah satu program rutin tahunan yang dilaksanakan oleh Dinas Pemukiman (Dinasperkim) Kota Madiun yang sasarannya adalah masyarakat yang memiliki tempat tinggal yang belum layak untuk dihuni dan biasanya tersebar di setiap Kelurahan di Kota Madiun.

Pada tahun ini Dinasperkim kembali melaksanakan program yang menjadi agenda rutin setiap tahun. Di Kelurahan Pangongangan pada tahun ini terdapat empat sasaran penerima bantuan tersebut dari keempat penerima bantuan yang ada terdapat satu sasaran yang menolak untuk menerima, jadi total jumlah keseluruhan penerima adalah tiga orang penerima.

Seperti yang terlihat pada pagi ini rumah atas nama Tarno yang beralamat di jalan Anjasmoro Gang Bebahu nomor 14 RT. 14 RW.005 Kelurahan Pangongangan mulai dilakukan pembongkaran dan dilanjutkan dengan pembangunan yang kemudian akan berlanjut ke rumah penerima bantuan berikutnya yaitu Suhardi yang beralamat di Jalan Merapi Gang Lodayan Nomor 36 RT. 20 RW. 007 dan Edy Suharto  yang beralamat di Jalan Anjasmoro Gang Bebahu Nomor 3B RT.13 RW. 005 Kelurahan Pangongangan.(Rose)

Pertemuan Takmir Mushola

Pangongangan, Selasa 15/09/2020

Kelurahan Pangongangan mengadakan pertemuan dengan takmir mushola setempat. Dalam pertemuan ini membahas tentang Peraturan Walikota ( Perwal ) Nomor 39, namun bahasan kali ini terlihat berbeda yaitu membahas tentang perwal yang hanya berlaku digunakan di mushola saja. Pertemuan yang dimulai pada pukul 19.00 wib ini dihadiri oleh 18 undangan.

Pertemuan yang diadakan di Aula Kantor Kelurahan Pangongangan dan beralamat di jalan pandan nomor 2 ini di pimpin oleh Eko Purnomo, SH selaku Lurah Pangongangan yang kemudian dilanjutkan oleh Deni selaku Bhabinsa Kelurahan Pangongangan.

Tujuan diadakan pertemuan ini adalah agar di lingkungan mushola juga menerapkan protokol kesehatan sesuai yang tercantum dalam perwal dan tidak hanya cukup sampai disini saja para pengunjung mushola ( jama’ah ) juga harus mematuhi peraturan tersebut yaitu menerapkan protokol kesehatan sewaktu menjalankan ibadah.

Dalam pertemuan ini baik para undangan maupun pihak Kelurahan Pangongangan juga menerapkan protokol kesehatan dan pertemuan ini berjalan dengan lancar hingga selesai. ( rose )