Penilaian Kampung Tangguh Semeru ( KTS ) Kelurahan Pangongangan

Pangongangan, Selasa 28/07/2020

Waktu yang dinantikan oleh masyarakat Pangongangan telah tiba, segala persiapan telah tersusun dengan rapi begitu juga dengan para petugas yang telah ditunjuk sebagai perwakilan disetiap posko. Tepat pukul 10.00 wib penjurian mulai dilaksanakan, terlihat beberapa juri hadir di tengah-tengah tempat berlangsungnya acara.

Para pemuda dari perguruan pencak silat Rasa Tunggal yang merupakan anggota Kelompok Informasi Masyarakat ( KIM ) Pandan Arum bidang seni budaya tampak menyambut kehadiran para dewan juri penilai. Senyum mengembang dan sapaan yang ramah dari para dewan juri yang menerima sambutan hangat dari masyarakat.Selanjutnya para dewan juri di sambut dengan yel-yel dari para ibu-ibu PKK,PSM,Kader Kesehatan, Lansia.

Kemeriahan acara di pagi hari itu terlihat jelas Eko Purnomo,SH selaku Lurah Pangongangan membuka acara yang kemudian dilanjutkan oleh Subakri, S.Sos, M.Si selaku Kepala Kominfo Kota Madiun. Bukan hanya itu saja selanjutnya Drs.Paryono selaku Ketua Kampung Tangguh Semeru Kelurahan Pangongangan juga memberika sambutan.

Adapun posko-posko yang dihadirkan di Kampung Tangguh Semeru Kelurahan Pangongangan diantaranya yaitu Tangguh Kesehatan, Tangguh Keamanan, Tangguh Wisata, Tangguh Informasi Kreatif, Tangguh Sosial Ekonomi. Selain itu juga didukung dengan penggunaan beberapa aplikasi yang dapat digunakan oleh masyarakat Pangongangan diantaranya

  • WABOT adalah chatbot yang tujuannya agar masyarakat Pangongangan mengetahui tentang Kampung Tangguh Semeru.
  • Klik Quick adalah aplikasi yang dapat digunakan oleh warga Pangongangan untuk belanja dan delivery order sehingga masyarakat tetap berada dirumah saja dan kurir yang akan memenuhi.
  • Kentongan adalah sebuah istilah yang merupakan kebersamaan dalam lingkup RT /RW melalui aplikasi Rwargi masyarakat dapat berkomunikasi melalui Rwargi tanpa harus berkumpul dengan banyak orang contohnya pertemuan rutin RT/RW
  • E Learning adalah pembelajaran dengan sistem online yang ada di web PPID Kelurahan Pangongangan dengan memberikan materi tambahan diluar materi yang telah diterima di sekolah seperti video pembelajaran matematika itu mudah.
  • Pojok Baca adalah cara meminjam dan menggembalikan buku bacaan yang diminati dengan cara online     

Tujuan diadakan lomba agar setiap Kelurahan dapat menerapkan disiplin dalam beraktivitas dimasa pandemi karena disiplin itu merupakan vaksin terbaik, juga menumbuhkan rasa gotong-royong bahu membahu menolong sesama selama pandemi. ( Rose )

Update Covid-19 Hari ini

Tak Pernah ke Luar Kota Namun Sempat Dikunjungi Beberapa Kolega, Warga Pangongangan Konfirmasi Nomor 27

MADIUN – Satu lagi kasus konfirmasi dengan tanpa riwayat perjalanan terjadi Kota Madiun. TRH (73) berjenis kelamin perempuan warga Kelurahan Pangongangan ini terkonfirmasi Covid-19 tanpa adanya riwayat perjalanan ke luar kota. Kasus nomor 27 ini tercatat hanya mendapat kunjungan dari beberapa kerabat semenjak sakit 18 Juli lalu. Tim penanganan Covid-19 Kota Madiun masih menelusuri lebih lanjut dengan menggali data lebih mendalam.

Kasus nomor 27 ini mengaku demam pada 18 Juli lalu. Rapid test dilakukan pada 23 Juli dengan hasil non reaktif. Lantaran tak kunjung sembuh, rapid test kembali dilakukan dua hari berselang dan hasilnya reaktif. Seperti penanganan kasus sebelumnya, swab langsung dilakukan dengan hasil positif.

Dari penelusuran sementara, TRH tidak pernah keluar kota dan hanya tinggal bersama asisten rumah tangga sejak sebelum sakit. Bahkan, yang bersangkutan mengaku tidak banyak keluar rumah. Artinya, lebih banyak tinggal di dalam rumah. Itu cukup masuk akal mengingat usia yang bersangkutan sudah menyentuh kepala tujuh.

Namun, TRH sempat dikunjungi sejumlah kerabat dan kolega bisnis selama sakit. Tim penanganan Covid-19 Kota Madiun tengah memperdalam pelacakan terkait kemungkinan-kemungkinan tersebut. Kasus nomor 27 ini mirip dengan kasus 26 kemarin. Yakni, tergolong warga usia senja dan mengaku tidak pernah melakukan perjalanan luar kota. Bahkan, kasus nomor 26 tercatat tidak pernah mendapat tamu dari luar kota. (vincent/agi/madiuntoday)

 

Baca berita selengkapnya di

http://madiunkota.go.id/

Update Covid-19 Hari ini

MADIUN – Kasus konfirmasi di Kota Madiun kembali bertambah. Berdasar update informasi Covid-19 hari ini, konfirmasi di Kota Pendekar bertambah empat kasus. Penambahan ini masing-masing dari Kelurahan Madiun Lor, Kejuron, Pilangbango, dan Pangongangan. Dua di antaranya merupakan petugas medis.

Konfirmasi nomor 56

Kasus nomor 56 ini merupakan tenaga medis warga Kelurahan Madiun Lor. Kasus nomor 56 berinisial SYS (23) dan berjenis kelamin laki-laki. SYS merupakan tenaga medis di salah satu rumah sakit swasta di Kota Madiun. SYS tercatat kontak dengan pasien konfirmasi warga Kabupaten Madiun. Kasus nomor 56 ini sejatinya pernah melakukan dua kali rapid test dengan hasil non reaktif. Namun, lantaran berstatus kontak kasus konfirmasi, swab test tetap dilakukan dan menunjukkan hasil positif. SYS menjalani isolasi di rumah sakit tempatnya bekerja dengan kondisi tidak ada keluhan maupun gejala. Sedang, pada kontak erat dan kerabat di Jogja telah dilakukan tracing dan saat ini dalam kondisi tidak ada keluhan.

Konfirmasi nomor 57

Kasus nomor 57 berinisial LWIS (27) berjenis kelamin perempuan warga Kelurahan Kejuron. Sama seperti kasus nomor 56, LWIS merupakan tenaga medis salah satu rumah sakit swasta di Kota Madiun. LWIS juga punya riwayat kontak dengan pasien konfirmasi warga Kabupaten Madiun pada akhir Juli lalu. LWIS tetap beraktifitas seperti biasa paska kontak dengan pasien konfirmasi tersebut. Apalagi, LWIS tak mengalami gejala maupun keluhan. Swab test dilakukan setelah pasien yang sempat ditangani kasus nomor 57 tersebut terkonfirmasi positif dan meninggal dunia. LWIS terkonfirmasi Covid-19 berdasar hasil swab test tersebut. LWIS menjalani isolasi di rumah sakit tempatnya bekerja.

Konfirmasi nomor 58

Kasus nomor 58 berinisial GEK (43) berjenis kelamin laki-laki. GEK warga Kelurahan Pilangbango. GEK mengalami keluhan nyeri ulu hati dan dada sesak awal Juli lalu. GEK lantas periksa ke salah satu rumah sakit swasta di Kota Madiun dan dinyatakan sebagai suspek. GEK memang mempunyai penyakit degeneratif dan rutin kontrol ke rumah sakit sejak satu tahun lalu. Rapid test GEK menunjukkan hasil reaktif. Swab test dilakukan setelahnya dengan hasil positif. GEK mengaku tidak ada riwayat perjalanan luar kota maupun kedatangan tamu dari luar. Dua kontak erat kasus nomor 58 dilakukan rapid test dengan hasil non reaktif. GEK saat ini menjalani isolasi mandiri di rumah dengan kondisi tanpa gejala dan keluhan.

Konfirmasi nomor 59

Kasus nomor 59 berinisial AS (26) berjenis kelamin laki-laki warga Kelurahan Pangongangan. Awal Agustus lalu, AS mengeluh sakit kepala, lemas dan batuk. AS memiliki riwayat paru-paru sekitar 2 tahun lalu. AS lantas periksa di rumah sakit pemerintah di Kota Madiun dan dinyatakan suspek. AS menjalani pengobatan jalan. Rapid test dilakukan petugas Puskesmas dengan hasil reaktif. Tak heran, swab test menyusul dilakukan dan terkonfirmasi Covid-19. AS menaku tidak ada riwayat perjalanan luar kota maupun kedatangan tamu luar kota. AS menjalani isolasi mandiri di rumah dengan pemantauan petugas.

Satu Sembuh

Sementara itu, kasus nomor 36 telah dinyatakan sembuh. Seperti diberitakan, kasus nomor 36 berinisial ZA (55) berjenis kelamin laki-laki warga Kelurahan Tawangrejo. ZA terindikasi kontak erat kasus konfirmasi Covid-19 warga Kabupaten Ponorogo. Keduanya, sama-sama bekerja di Surabaya. ZA terkonfirmasi Covid-19 pada 6 Agustus lalu.

Tambahan ini menjadikan total kasus konfirmasi di Kota Madiun menjadi 59 orang. 35 orang di antaranya sudah sembuh, 11 orang lainnya masih dalam perawatan, 12 orang isolasi mandiri di rumah, dan 1 org meninggal dunia. (vincent/agi/madiuntoday)

 

Baca berita selengkapnya di

http://madiunkota.go.id/

Pertemuan Anggota Program Keluarga Harapan ( PKH )

Pangongangan, Kamis 16/7/2020

Pertemuan anggota kelompok Program Keluarga Harapan ( PKH ) yang biasa rutin dilakukan setiap bulan, selama pandemi ini merupakan kali pertama pertemuan diadakan. Pertemuan ini diadakan karena berkaitan dengan pemvalidan data anggota PKH yang biasanya dilakukan setiap tahun setelah tahun ajaran baru dilakukan.

Pertemuan yang di adakan di Aula Kelurahan Pangongangan Kecamatan Manguharjo Kota Madiun dibagi menjadi kelompok yaitu kelompok pertama diklakukan pada hari Kamis dan berikutnya kelompok dua yang dilakukan pada hari Jum’at.

Pertemuan yang dimulai pada pukul 13.00 wib ini dihadiri oleh Budhiono, S. Sos selaku Kesos Kelurahan Pangongangan yang selalu mendampingi masyarakat. Dalam pertemuan kali ini hanya melakukan pendataan pada setiap KPM ( keluarga Penerima Manfaat ) saja tidak ada kegiatan-kegiatan penyuluhan yang seperti biasanya dilakukan setiap bulan.

Adapun beberapa himbauan yang disampaikan bahwa “kartu ATM yang dimiliki setiap KPM tidak boleh disalah gunakan harus dipergunakan sesuai dengan tujuan utamanya “ kata Rahmat, S.Pd.I selaku pendamping PKH dari Dinsos kepada para KPM tujuannya agar bantuan yang disalurkan dapat diterima dan digunakan sebaik-baiknya . ( ROSE )