Standart Pelayanan Publik (SPP)

STANDAR PELAYANAN

1. SEKSI PEMERINTAHAN

1). Pelayanan Rekomendasi Kartu Tanda Penduduk (KTP)

Syarat Pengajuan KTP :

  1. Surat Pengantar dari RT dari Kelurahan setempat ;
  2. Formulir F-1.21 (Formulir Permohonan Kartu Tanda Penduduk  WNI) ;
  3. Foto copy KK (Kartu Keluarga)/KSK (1 lembar)
  4. Pas Photo 3 x 2 sebanyak 2 lembar, dengan syarat background merah yang tahun lahirnya ganjil, dan background biru yang tahun lahirnya genap untuk ditempelkan ke Formulir F-1.21.

Lama waktu penyelesaian : 1 Jam

Biaya      : Tidak ada

Prosedur Pengajuan

  1. Pemohon membawa surat Pengantar dari RT yang ditandatangani RT dan RW dan Kelurahan ;
  2. Petugas memberi Form 1.21 untuk diisi dan dicek kebenarannya ;
  3. Berkas yang dianggap valid/benar diterima dan kalau masih kurang kelengkapannya dikembalikan ;
  4. Pembayaran biaya administrasi (sesuai Perda yang berlaku) ;
  5. Data diregister di Buku Register (Buku BK-1.01= Buku harian peristiwa kependudukan dan peristiwa penting untuk kelurahan) ;
  6. Diserahkan kepada Kasi Pemerintahan untuk dicek kembali dan diparaf ;
  7. Diserahkan kepada Sekretaris Kelurahan/Lurah ditandatangani ;
  8. Penyerahan berkas ke Pemohon atau Petugas Registrasi kelurahan untuk diteruskan ke Dinas Duk Capil.

Spesifikasi Produk/ Hasil Layanan :

           Berupa lembar KTP yang sudah dilegalisasi oleh Lurah/Sekkel dan Camat/ Sekcam.

Pelayanan Informasi dan Pengaduan :

         Jl.  Pandan No. 02 Madiun Telephone : (0351) 467527, 4772787

          Email : pangongangan@gmail.com.

         Website : http://kelurahan-pangongangan.madiunkota.go.id/

Alur/Prosedur Layanan :

Tempat dan Waktu Pelayanan :

Tempat :

       Kantor Pelayanan Kelurahan Pangongangan Kecamatan Manguharjo Kota Madiun.

Waktu Pelayanan :

  • Senin – Kamis : pukul 07.15 (setelah apel pagi) – 15.00 WIB.
  • Jum’at : pukul 07.30 (setelah senam pagi) – 11.00 WIB dan 13.00 – 14.00 WIB.

Kompetensi petugas

Tenaga : 7 orang

Sarana/ Prasarana

  • Ruang tunggu
  • Tempat parkir
  • WC/kamar mandi (Toilet)
  • Tempat Sholat
  • Alat Tulis Kantor (ATK)
  • Peralatan legalitas (Stempel unit dan Stempel nama Lurah/Seklur)
  • Komputer dan Printer

Pelayanan Informasi dan Pelayanan Pengaduan Masyarakat

  • Permintaan informasi, konsultasi dan konfirmasi masyarakat secara langsung akan dilayani dengan secara langsung sesuai pada seksi pelayanan masing-masing ;
  • Masyarakat terlebih dahulu meminta informasi dan pengaduan secara langsung/lisan di kelurahan masing-masing dalam pengisian formulir yang dapat dipandu oleh petugas registrasi atau petugas lainnya yang ada di Kelurahan selanjutnya ke Kecamatan untuk memastikan kelengkapan dan untuk mendapatkan rekomendasi ;
  • Masyarakat bisa minta informasi dan pengaduan dengan telpon di Kelurahan masing-masing terlebih dahulu dalam memastikan kelengkapan persyaratan atau telpon ke Kelurahan langsung pada seksi/petugas yang menangani untuk dipandu.

Pemberian Kompensasi kepada  Penerima  Pelayanan Publik atas  adanya ketidaksesuaian Pelayanan

  • Membantu dengan pemenuhan terhadap kelengkapan administrasi dengan memberikan suatu contoh atau dokumen yang akurat dengan mencetakkan di printer ;
  • Apabila dalam proses terdapat kendala, seperti Lurah/Sekkel tidak ditempat karena ada tugas mendadak, rapat-rapat atau dinas luar maka akan dihubungi via telpon untuk mengambilnya kembali ;
  • Apabila dalam proses terdapat kendala dengan kelengkapan yang kurang atau memastikan suatu hal keterkaitan dengan instansi lain maka petugas bersedia menghubungi via telpon untuk koordinasi, konsultasi atau konfirmasi hingga benar-benar jelas, benar dan valid.

SPP Kelurahan Lengkap dapat klik disini

Sejarah Kelurahan

Asal usul Kelurahan

Akibat dari perjandian Gianti atau disebut juga palihan nagari, dimana manca negara timur dibagi antara Surakarta dan Yogyakarta. Pada Kanjeng Pangeran Mangku Dipura I yang dahulu bergelar Mangku Negara VII dengan istananya diwilayah Kelurahan Demangan, Kecamatan Taman Kota Madiun.

Pada zaman Hamengku Buwono I, orang kepercayaan istana adalah R. Ronggo Prawisantiko atau R. Ronggo Prawirodirjo I. Semula beliau orang kepercayaan dari R. M. Sahid atau mangku Negara I Surakarta.

Suatu saat R. Ronggo Prawirodirjo I ditudung dari Surakarta karena menolak dikawinkan dengan Putri Mangku Negara tersebut. Lalu beliau menggabungkan diri dengan pasukan Mangku Bumi. Gelar Ronggo pada beliau sejajar dengan gelar pangkat Bupati. Waktu itu di Yogyakarta beliau menempati rumah dinas Istana, tetaknya di utara Kraton yang disbut Kranggan.

Raden Ronggo Prawirodirjo sebenarnya ipar Mangku Bumi, dimana saudara perempuan dari R. Ronggo dikawinkan dengan Hamengku Buwono I atau Kanjeng Pangeran Mangku Bumi, yang tadinya berasal dari Sragen atau dahulu dikenal dengan nama Sukowati.

Suatu asal R. Ronggo diberi tugas oleh Sultan Hamengko Buwono I menumpas pemberontakan di rajegwesi / Bojonegoro. Setelah berhasil menumpas para pemberontak beliau diangkat menjadi Bupati disana dan dikawinkan dengan putri R. Panji Surowijoto yang masih keturunan para Nuki Keluarga Metaun dari Demak. Memang semula R. Ronggo sudah kawin dengan putri dari Jamus Sragen/Sukowati, Namun telah meninggal dunia waktu masih di Rajegwesi. Dimakamkan didekat sendang Danker dikaki Gunung Pandan, sebuah perbatasan antara madiun, Nganjuk dan Bojonegoro.

Sebelum R. Ronggo menduduki jabatan Bupati di Madiun yang menjadi Bupati Madiun waktu itu adalah Kanjeng Pangeran Mangkudipuro I, beliau dipindahkan dari Bupati Madiun menjadi Bupati Caruban. Jabatan R. Ronggo adalah Wedono atau Bupati Manca Negara Timur. R. Ronggo tidak mau menempati rumah Adipati lama yaitu di Wonosari Demangan Kota Madiun, tetapi untuk sementara mesanggrah diselatan Kali Catur, yaitu Desa Pulo termasuk Desa Kranggan, sekarang yang ditandai masih adanya Petilasan Rumah Bupati yang dikosongkan.

Pernah suatu ketika R. Ronggo ingin mencari rumah kabupaten yang baru, beliau berjalan lurus dari Desa Kranggan ke utara dan sampailah disebuah desa yang berbatasan dengan hutan . Kemudian beliau minta pendapat ahli nujum yang hasinya bahwa tanah yang dipilih untuk rumah itu tidak cocok atau tidak baik untuk didirikan rumah diatasnya yang cocok adalah untuk makam atau pesarehan saja.

Setelah R. Ronggo Prawirodirjo I meninggal maka pemerintahan diteruskan oleh putranya yaitu R. Ronggo Prawirodirjo II. Beliau tidak bertempat di Kranggan tetapi mendiami bekas Istana Wonosari Demangan. Kapan kiranya rumah Bupati di Kranggan dipindahkan ?

Menurut cerita yang pernah diberikan oleh mantan Lurah Perdikan Taman R. Prawirodirjo/Kyai Tirtiprawiro, atas kegagalan R. Prawirodirjo I dalam upaya mencari lokasi rumah bupati yang baru, maka R. Prawirodirjo II berkenan memerintahkan kepada beberapa ahli nujum untuk mencari lokasi rumah bupati yang baru. Dan lokasi yang didapatkan yaitu lokasi rumah bupati yang sekarang.

Tempat tersebut dinamakan orang “ Pangongakan “ di kutip dari kata “ Ngongak “ dari bahasa jawa yang artinya melihat. Konon ceritanya sang bupati melihat lihat calon lokasi rumah bupati yang dianjurkan oleh para ahli nujum untuk memperoleh keputusan sang bupati.

Para ahli nujum dalam menemukan tempat/lokasi rumah bupati itu, mula – mula diawali berjalan dari makam Nyi Ageng Ronje ( makam Punden Masyarakat Pangongangan ) yang masih dikeramatkan hingga sekarang. Dikeramatkan bukan berarti dijadikan tempat istimewa untuk pemujaan, melainkan tempat petilasan yang mempunyai sejarah penting karena disini dimakamkan tokoh yang kemungkinan orang pertama mandegani babat tanah Pangongangan.

Sehingga masyarakat Kel. Pangongangan hingga sekarang sebagian besar masih mengenang jasa – jasa Nyi Ronje. Hal ini ditandai dengan adanya syukuran selamatan dipetilasan Nyi Ronje setiap tahunnya pada bulan Muharram tepat hari pasaran Jawa “Jum`at Legi” dengan maksud memintakan ampun segala dosa Nyi Ronje kepada Tuhan Yang Maha Esa dan semua warga Kel. Pangongangan yang masih hidup dapat diberi kekuatan dalam membangun kelurahan menuju masyarakat yang tentram, murah sandang pangan dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

2. Sejarah Pemerintahan Kelurahan

Untuk mengetahui siapa Lurah pertama Pangongangan ternyata sulit untuk memperoleh data maupun keterangan. Lurah terakhir yang dipilih oleh masyarakat adalah Bapak Lamino Martowiryono. Beliau adalah sesepuh sekaligus tokoh masyarakat Pangongangan yang karismatik. Kemudian lurah – lurah yang ada sampai sekarang bukan lagi dipilih oleh masyarakat melainkan pegawai Pemkot yang ditugaskan sebagai Lurah dengan sistem gaji.

Jabatan lurah sebelum dan sampai yang terakhir bapak lamino Martowiryono tidak digaji, untuk menunjang kesejahteraannya diberi tanah bengkok, demikian juga jabatan carik, kamituwo, bayan, jogoboyo dan modin. Yang secara keseluruhan luas tanah bengkok untuk kesejahteraan dari lurah sampai modin + 16,5 hektar. Setelah jabatan terakhir Bapak Lamino Martowiryono berakhir maka seluruh tanah bengkok menjadi aset Pemerintah kota dan jabatan Lurah beserta perangkatnya diganti pegawai yang digaji.

Kemudian periodisasi lurah yang pernah memimpin Kelurahan Pangongangan adalah sebagai berikut :

1. Bpk. Lamino Martowiryono ……. s/d 1983

2. Bpk. Soebandji Harjo oetomo 1983 s/d 1993

3. Bpk. Soewarto 1993 s/d 1998

4. Bpk. Hariyanto 1998 s/d 2000

5. Bpk. Agus Mursidi, AP 2000 s/d 2009

6. Bpk. Marsikin, S.Sos 2009 s/d 2011

7. Bpk. Sujanto 2011 s/d 2013

8. Bpk. Karneli, S. Sos 2013 s/d 2015

9. Bpk. Slamet, SH 2016 s/d sekarang

BIMBINGAN KARANG WERDA

Kelurahan Pangonganga, hari Jum’at 21 Juli 2017 diadakan Bimbingan karang Werda/Lansia. Acara ini dibuka langsung oleh Bapak Lurah Pangongangan Bapak Slamet SAh, serta dihadiri Ibu Ketua Pengerak Tim PKK Kelurahan Pangongangan, Ketua RW .01 s/d 09 dan diikuti Pengurus dan Anggota Lansia “Karang Kedempel” di kelurahan Pangongangan. Narasumber Ibu Siti Nursahada, BA ( Kabid Sosial Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kota Madiun) dan Ibu Lina Kencanawati, SH ( TP-PKK Kota Madiun )

Materi :

  • BIMBINGAN KARANG WERDA ( Klik disini )
  • PERANAN KARANG WERDA DALAM UPAYA PEMBINAAN LANSIA( Klik disini )
  • POLA ASUH ANAK DAN REMAJA (PAR) ( Klik disini )
  • BAHAYA VIDEO GAME KEKERASAN DAN MELINDUNGI ANAK DARI BAHAYA PORNOGRAFI-OASE New.

LOMBA SENAM AEROBIK

Dlm rangka hari jadi Kota Madiun ke 99, Kelurahan Pangongangan mengadakan kegiatan “Lomba Senam Aerobik bagi Warga masyarakat Kelurahan Pangongangan” yang dilaksanakan pada :
Hari : Minggu.16 juli 2017
Jam : 07.00 s/ d selesai
Tempat : Halaman Kelurahan Pangongangan
A.Katagori :
1. perorangan usia 17 s/ 30
2. perorangan usia 31 s/ 49
3. Perorangan usia 50 keatas
B. Peserta :
1. perorangan usia 17 s/ 30 = 19 peserta
2. perorangan usia 31 s/ 49 = 36 peserta
3. Perorangan usia 50 keatas = 56 peserta

Hadiah
1 tropy dan uang 1 jt
2 tropy dan uang 750 rb
3 tropy dan uang 500 rb